Teatrikal Bagi Sang Lesmana

; Biarkan dia ada

Lesmana,
aku tak tahu siapa atau
dimana kau
sebab pun tak kutahu siapa dan
dimana aku

hanya ada jimbe,angklung,lumbung,payung
seekor burung dalam kurung pun selembar gaun
berhambur dalam latar panggung teatrikal
di sini
tepat di ujung kaki

"aku tak mau main lagi!"
vokalku tak lagi sarat serak gamang
kularikan gaun ke ujung utara panggung
kubalikkan lumbung menindih payung juga angklung
kulepas burung dari kurung,biar terbang biar mumbul
semua hancur
lebur

Lesmana,
sungguh pun tak kutahu siapa kau
siapa tuhanmu
sebab pun aku tak pernah tahu aku siapa
bertuhan siapa

di panggung tepi sebelah kiri
kutabuh jimbe sekali,dua kali
lalu pergi
ke sudut latar sebelah kanan
geber hitam kugoyang-goyangkan
membentuk serupa gulungan ombak pembuat karam
Lesmana takkah kau mencari
seruas rusukmu yang rumpang di jaman azali

Lesmana
Tak kutemukan kau dimana-mana
tak di gereja
musholla tua
tak pula di yang namanya tapa dalam goa

tapi naskah teatrikal
haruslah ada ujung pangkal

maka kupilih, bersandar pada lumbung padi
musabab awal kehancuran latar
sebentar
sekejap kemudian
vokal perut kembali kuhujamkan
"aku bosan main lagi!"

lampu mati

( biarkan lesmana ada.dalam naskah.dalam sejarah
dalam pikiran az zahrah.tanpa akhir
; sebab aku lah sutradara
pun penulis naskahnya )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Teatrikal Bagi Sang Lesmana

; Biarkan dia ada

Lesmana,
aku tak tahu siapa atau
dimana kau
sebab pun tak kutahu siapa dan
dimana aku

hanya ada jimbe,angklung,lumbung,payung
seekor burung dalam kurung pun selembar gaun
berhambur dalam latar panggung teatrikal
di sini
tepat di ujung kaki

"aku tak mau main lagi!"
vokalku tak lagi sarat serak gamang
kularikan gaun ke ujung utara panggung
kubalikkan lumbung menindih payung juga angklung
kulepas burung dari kurung,biar terbang biar mumbul
semua hancur
lebur

Lesmana,
sungguh pun tak kutahu siapa kau
siapa tuhanmu
sebab pun aku tak pernah tahu aku siapa
bertuhan siapa

di panggung tepi sebelah kiri
kutabuh jimbe sekali,dua kali
lalu pergi
ke sudut latar sebelah kanan
geber hitam kugoyang-goyangkan
membentuk serupa gulungan ombak pembuat karam
Lesmana takkah kau mencari
seruas rusukmu yang rumpang di jaman azali

Lesmana
Tak kutemukan kau dimana-mana
tak di gereja
musholla tua
tak pula di yang namanya tapa dalam goa

tapi naskah teatrikal
haruslah ada ujung pangkal

maka kupilih, bersandar pada lumbung padi
musabab awal kehancuran latar
sebentar
sekejap kemudian
vokal perut kembali kuhujamkan
"aku bosan main lagi!"

lampu mati

( biarkan lesmana ada.dalam naskah.dalam sejarah
dalam pikiran az zahrah.tanpa akhir
; sebab aku lah sutradara
pun penulis naskahnya )